Tuesday, June 10, 2014

Tugas Praktikum Pengolahan Citra Digital - Unsupervised Classification



Klasifikasi Citra Tidak Terbimbing/Unsupervised



1.      Buka software ArcGis, add data landsat yang telah di Composite Band.


2.      Kemudian klik ArcCatalog dan buat shapefile baru untuk wilayah yang akan dideliniasi. Sistem Koordinatnya menggunakan WGS 1984 - UTM 48S.



 3.      Setelah itu digit daerah yang ingin di deleniasikan.


4. Kemudian klik ArcToolbox - Spatial Analyst Tools – Extraction - Extract By Mask.

 
  
5.      Kemudian akan muncul gambar seperti dibawah ini



6. Kemudian Klik ArcToolbox - Spatial Analyst Tools – Multivariate – Iso Cluster lalu masukkan hasil extract by mask.



7.      Setelah itu Klik Maximum Likelihood Classification masukkan hasil extract by mask. pada input raster dan hasil iso yg berformat “Gsg” ke dalam input signature. Lalu akan muncul gambar seperti ini.



8.      Kemudian akan muncul gambar seperti ini


9.      Kemudian proses selanjutnya klik Conversion tools pada Arc Toolbox, pilih From Raster, Raster to Polygon. Drag output Maximum Likelihood Classification ke Input Raster, Setelah itu pilih folder penyimpanan outputnya



10.  Hasilnya akan seperti gambar dibawah ini




Monday, June 9, 2014

Tugas Praktikum Pengolahan Citra Digital - Supervised Classification

Klasifikasi terbimbing (supervised Classification)

Klasifikasi terbimbing merupakan metode yang dipandu dan dikendalikan sebagian  besar  atau  sepenuhnya  oleh  pengguna  dalam  proses pengklasifikasiannya.    Intervensi  pengguna  dimulai  sejak  penentuan training area hingga tahap pengklasterannya. Klasifikasi terbimbing dalam hal ini mensyaratkan kemampuan pengguna dalam penguasaan informasi lahan terhadap areal kajian.

1.      Buka aplikasi ArcGIS Kemudian add data LandsatBandung


2.      Kemudian Buka ArcCatalog setelah itu buat Shapefile baru sebagai sampel.


3.      Digit beberapa titik sample namun setiap sampel tidak boleh keluar dari area warnanya



4.      Setelah selesai membuat titik-titiksampel. Klik ArcToolbox kemudian klik menu Spatial Analyst Tools, Pilih Multivariate kemudian klik Create Signature.


5.      Setelah itu buka ArcToolbox dengan pilihan yang sama seperti sebelumnya tapi kali ini pilih menu Maximum Likehood Classification lalu masukkan input datanya seperti langkah-langkah sebelumnya.



6.      Kemudian ubah Data Raster ke Data Vector dengan cara :
Buka ArcToolbox, Lalu klik Conversion Tools, Lalu klik From Raster, Lalu klik Raster to Polygon


7.      Kemudian akan muncul hasil seperti di bawah ini



8.      Kemudian untuk memunculkan titik shapefile yang telah di digit tadi buka ArcToolbox lalu pilih Data management tools kemudian Generalitation dan terakhir pilih Dissolve.


9.      Setelah proses  yang dilakukan diatas akan muncul titik-titik yang telah di digit sebelumnya.





Tugas Praktikum Pengolahan Citra Digital - Tutorial Label Data

TUTORIAL LABEL DATA

1.       Buka Program/Aplikasi Arcgis, Kemudian klik “Add Data” dengan Logo “+”



2.       Kemudian akan tampil gambar seperti dibawah ini, dan pilih band yang akan dimasukkan sebagai contoh : Landsatbandung.tif


3.       Kemudian akan tampil seperti gambar dibawah ini.



4.       Untuk mengubah kombinasi band sesuai dengan yang diinginkan, klik kanan pada “landsatbandung” setelah itu pilih menu properties.


5.       Setelah itu pilih menu symbology, klik RGB sesuai yang diinginkan sebagai contoh : ‘Band 3,2,1’ . kemudian klik Apply.


 6.       Kemudian klik add data untuk memasukkan titik koordinat yang telah dibuat pada exel  sesuai dengan letak sheetnya setelah itu klik add.


7.       Setelah itu pada tabel layers akan bertambah dengan data excel yang telah di add. Kemudian, jika ingin memunculkan titik tersebut. Klik kanan pada layer excel tersebut lalu pilih display XY Data.


8.       Setalah itu akan muncul seperti gambar di bawah ini. Lalu ubah coordinate system dengan cara Klik “Edit” yang ada di kiri bawah.


9.       Masuk ke Geographic Coordinate System
   
10.   Pilih Folder World, Lalu pilih WGS 1984 Klik add.


11.   Kemudian akan muncul titik seperti ini



12.   Anda dapat  mengganti bentuk dan warna titik coordinatenya dengan cara klik properties pada “sheeet1” pilih menu symbology lalu klik symbol.


13.   Lalu klik kanan pada layer. Lalu klik lable feature.


14.   Kemudian akan muncul titik yang telah diberikan label yang seperti ini:




Tugas Praktikum Pengolahan Citra Digital - Urban Heat Island (UHI)

Urban Heat Island
Urban Heat Island adalah sebutan suatu keadaan dimana suhu di perkotaan lebih tinggi daripada daerah pinggiran di sekitarnya. Penyebab utama dari heat island adalah modifikasi permukaan bumi karena pembangunan kota yang menggunakan material yang bisa menyerap panas. Panas matahari disimpan oleh “impervious engineered surfaces” (bangunan dengan bahan beton, aspal, atap berwarna gelap, dll) pada siang hari, dan panas tersebut dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Bangunan - bangunan di kota umumnya menggunakan material bangunan yang memiliki sifat panas (misal kapasitas panas dan koduktivitas) dan sifat radiatif (misal albedo dan emisivitas) yang berbeda daripada daerah sekitarnya. Hal ini menyebabkan perubahan keseimbangan energi di perkotaan dan seringkali menyebabkan perbedaan temperatur yang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Geometri bangunan juga berpengaruh. Bangunan yang tinggi di pusat kota memberikan banyak permukaan untuk memantulkan dan menyerap radiasi, yang akan meningkatkan efisiensi pemanasan daerah. Bangunan - bangunan yang besar juga dapat menghambat hembusan angin sehingga pendinginan suhu daerah perkotaan menjadi terhambat. Suhu udara rata-rata tahunan dari sebuah kota dengan penduduk satu juta orang atau lebih dapat lebih panas 1-3°C dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sedangkan pada malam hari perbedaannya bisa mencapai 12 °C. Bahkan pada kota kecil sekalipun bisa mengalami fenomena UHI, walaupun efeknya lebih kecil jika ukuran kotanya lebih kecil.


Fenomena urban heat island ini diakibatkan oleh terjadinya perubahan pada neraca energi permukaan, seperti berikut :
Rn  = ∆S + H + LE

Rn adalah radiasi netto (W/m2). ∆S adalah fluks energi yang digunakan untuk memaskan permukaan (W/m2), LE adalah fluks energi yang digunakan untuk menguapkan uap air yang dikenal dengan panas laten (latent heat), dan H adalah fluks panas yang digunakan untuk memaskan udara yang dikenal dengan panas terasa/sensible heat (W/m2).  Dimana kita ketahui keseimbangan antara energi.yang.diterima.permukaan.dinyatakan.sebagai.berikut:

Q = K* + L* = K↓  - K ↑ + L↓ - L↑

Q adalah netto radiasi semua panjang gelombang, K adalah energi gelombang pendek, L adalah gelombang panjang atau fluks permukaan dan panah menunjukkan aliran energi ke arah permukaan atau sebaliknya.
Perubahan yang terjadi di daerah kota adalah sebagai berikut:
1.      Peningkatan radiasi gelombang pendek yang diterima (K↓) oleh kanopi kota akibat dari albedo dari street canyon.
2.      Peningkatan radiasi gelombang panjang yang diterima (L↓) akibat radiasi gelombang panjang yang diserap oleh polutan dan diemisikan kembali.
3.      Penurunan radiasi gelombang panjang yang emisikan kembali (L↑) dari jalan ngarai (street canyon) akibat penutupan oleh bangunan disekitarnya.
4.      Peningkatan heat storage pada siang hari (∆S) akibat konduktivitas panas dari material kota dan pelepasan panas pada malam hari.
5.      Penurunan evapotranspirasi (LE) dan peningkatan sensible heat (H) akibat sedikitnya badan air dan vegetasi.

Friday, April 11, 2014

Tugas Praktikum PCD (Pengolahan Citra Digital) - Composite Band

Composite Band Kota Serang Provinsi Banten
NO
Nama Kombinasi
Kombinasi Band
Hasil Composite Band
Keterangan
1
Vegetasi
4,3,2

Dapat dilihat antara objek Vegetasi dengan Non Vegetasi di Presentasi dengan warna Hijau, Tanah Kering dengan warna Merah Kecoklatan
2
Permukiman
7,3,1

Dapat dilihat banyaknya permukiman dengan warna Orange 
3
Lahan Terbuka
3,2,1


Dapat dilihat masih ada lahan terbuka yg ditandai dengan warna hijau atau coklat
4
Air
4,5,7


Dapat dilihat Hidrologi yang ada pada permukiman di tandai dengan warna biru 
6
Awan
1,3,5


Dapat dilihat bayangan putih pada peta akibat tertutupi oleh awan