Urban
Heat Island
Urban Heat Island
adalah sebutan suatu keadaan dimana suhu di perkotaan lebih tinggi daripada
daerah pinggiran di sekitarnya. Penyebab utama dari heat island adalah
modifikasi permukaan bumi karena pembangunan kota yang menggunakan material
yang bisa menyerap panas. Panas matahari disimpan oleh “impervious engineered
surfaces” (bangunan dengan bahan beton, aspal, atap berwarna gelap, dll) pada
siang hari, dan panas tersebut dilepaskan ke atmosfer pada malam hari. Bangunan
- bangunan di kota umumnya menggunakan material bangunan yang memiliki sifat
panas (misal kapasitas panas dan koduktivitas) dan sifat radiatif (misal albedo
dan emisivitas) yang berbeda daripada daerah sekitarnya. Hal ini menyebabkan
perubahan keseimbangan energi di perkotaan dan seringkali menyebabkan perbedaan
temperatur yang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Geometri bangunan juga
berpengaruh. Bangunan yang tinggi di pusat kota memberikan banyak permukaan
untuk memantulkan dan menyerap radiasi, yang akan meningkatkan efisiensi
pemanasan daerah. Bangunan - bangunan yang besar juga dapat menghambat hembusan
angin sehingga pendinginan suhu daerah perkotaan menjadi terhambat. Suhu udara
rata-rata tahunan dari sebuah kota dengan penduduk satu juta orang atau lebih
dapat lebih panas 1-3°C dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Sedangkan pada
malam hari perbedaannya bisa mencapai 12 °C. Bahkan pada kota kecil sekalipun
bisa mengalami fenomena UHI, walaupun efeknya lebih kecil jika ukuran kotanya
lebih kecil.
Fenomena urban heat island ini
diakibatkan oleh terjadinya perubahan pada neraca energi permukaan, seperti
berikut :
Rn = ∆S + H + LE
Rn adalah
radiasi netto (W/m2). ∆S adalah fluks energi yang digunakan untuk memaskan
permukaan (W/m2), LE adalah fluks energi yang digunakan untuk menguapkan uap
air yang dikenal dengan panas laten (latent heat), dan H adalah fluks panas
yang digunakan untuk memaskan udara yang dikenal dengan panas terasa/sensible
heat (W/m2). Dimana kita ketahui keseimbangan antara energi.yang.diterima.permukaan.dinyatakan.sebagai.berikut:
Q = K* +
L* = K↓ - K ↑ + L↓ - L↑
Q adalah netto radiasi semua
panjang gelombang, K adalah energi gelombang pendek, L adalah gelombang panjang
atau fluks permukaan dan panah menunjukkan aliran energi ke arah permukaan atau
sebaliknya.
Perubahan yang terjadi di daerah
kota adalah sebagai berikut:
1.
Peningkatan
radiasi gelombang pendek yang diterima (K↓) oleh kanopi kota akibat dari
albedo dari street canyon.
2.
Peningkatan
radiasi gelombang panjang yang diterima (L↓) akibat radiasi gelombang panjang
yang diserap oleh polutan dan diemisikan kembali.
3.
Penurunan
radiasi gelombang panjang yang emisikan kembali (L↑) dari jalan ngarai (street
canyon) akibat penutupan oleh bangunan disekitarnya.
4.
Peningkatan
heat storage pada siang hari (∆S) akibat konduktivitas panas dari material kota
dan pelepasan panas pada malam hari.
5.
Penurunan
evapotranspirasi (LE) dan peningkatan sensible heat (H) akibat sedikitnya badan
air dan vegetasi.

No comments:
Post a Comment